DESAIN PENELITIAN: VALIDITAS, RELIABILITAS
DAN PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Gabungan
yang
diampu oleh Dr. Parno, M.Si
Qurrota A’yun (180321614581)
P-2
FAKULTAS MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
MARET 2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam penelitian, pengukuran dengan
suatu instrumen merupakan suatu hal esensial karena mempunyai titik tolak ukur
yang terstandardisasi. Dalam penelitian kuantitatif, validitas dan reliabilitas
suatu instrumen memegang peranan yang sangat penting karena dapat menunjukkan
kualitas riset mendasar. Secara metodologis, penelitian kuantitatif memiliki
dua bagian yaitu penggunaan instrumen pengukuran dan uji hipotesis. Bagian
pertama, penggunaan instrumen pengukuran mengkaji kualitas instrumen yang
memuat penjelasan mengenai reliabilitas dan validitas. Dalam bidang ilmu
sosial, bagian ini dinamakan dengan kajian psikometri. Instrumen yang valid
(tepat) dan reliable (memberikan pengukuran yang konsisten) akan memberikan
informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Instrumen yang tidak memenuhi syarat tersebut akan memberikan hasil yang
bias, tidak akurat atau bahkan menyesatkan sehingga dapat menurunkan kualitas
penelitian.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari validitas?
2. Apa pengertian dari reliabilitas?
3. Bagaimana
sistematika penulisan laporan penelitian yang baik dan benar?
C. Tujuan
1. Agar
mahasiswa mampu menjelaskan dengan baik pengertian dari validitas.
2. Agar
mahasiswa mampu menjelaskan dengan baik pengertian dari reliabilitas.
3. Agar
mahasiswa mengetahui sistematika dalam penulisan laporan penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Validitas
Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan ketepatan atau kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi pengukuran. Ketika suatu instrumen dapat menjalankan fungsi pengukuran dengan baik, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan pengukuran, maka instrumen tersebut tingkat validitasnya tinggi. Sedangkan ketika instrument yang kita gunakan menghasilkan data yang tidak relevan atau tidak sesuai dengan tujuan pengukuran, maka dapat dikatakan instrument tersebut tingkat validitasnya rendah.
Terdapat tiga jenis validitas (Azwar, 2014), yaitu validitas isi (content validity), validitas konstruksi
(construct validity), dan validitas
kriteria terkait (criterion related
validity). Jenis tersebut berkaitan dengan inti
pokok sejauh mana sebuah alat ukur dapat dipercaya untuk mengukur sesuai dengan
tujuan pengukuran.
1.
Validitas Isi (Content Validity)
Validitas
isi suatu instrumen merupaka kesesuaian antara karakteristik dari variabel pada
definisi konseptual dan operasionalnya. Validitas isi berupa pengujian terhadap
isi instrumen dengan menganalisis secara rasional atau melalui penilaian professional judgement. Kita dapat
menganalisis validitas isi dengan menggunakan logika dari pada ahli yang
menganalisisnya (Azwar, 2014).
Kita
dapat menganalisis validitas isi dengan dua cara, yang pertama dengan memperhatikan
tampilan luar dari instrument (face validity)
dan cara yang kedua dengan menganalisis kesesuaian atau korelasi butir-butir
instrument dengan karakteristik yang dirumuskan pada definisi konseptual
variabel yang diukur (sampling validity).
2. Validitas
Konstruksi (Construct Validity)
Validitas
konstruksi menjelaskan seberapa baik pengukuran telah sesuai dengan ekspektasi
teoritis. Validitas konstruk berfokus pada sejauh mana alat ukur menunjukkan
hasil pengukuran yang sesuai dengan definisinya. Jika definisi dari pengukuran
telah berlandaskan teori yang tepat, dan pernyataan item soal telah sesuai,
maka instrumen tersebut dapat dinyatakan valid secara validitas konstruk
(Yusup, 2018).
3. Validitas Kriteria Terkait (Criterion Related Validity)
Validitas kriteria terkait adalah suatu indikator yang membandingkan pengukuran dengan konsep yang sama. Validitas ini memberikan kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor alat ukur dan variabel perilaku yang akan diprediksi oleh skor alat ukur. Terdapat 2 jenis validitas ini yaitu validitas badingan (konkuren) terkait korelasi dengan instrument serupa yang sudah terstandarisasi dan validitas ramalan (prediktif) yang dapat digunakan sebagai prediktor atau memprediksi kinerja di masa yang akan datang.
B.
Reliabilitas
Reliabilitas
adalah keajegan
atau konsistensi dalam pengukuran. Berasal dari kata reliable atau dapat dipercaya, artinya hasil pengukuran tersebut
dapat dipercaya karena menunjukkan hasil yang sama ketika
dilakukan pengukuran berulang-kali. Walizer
(1987) menyebutkan bahwa ada dua jenis reliabilitas, yaitu:
1. Reliabilitas Stabilitas
Usaha memperoleh nilai yang sama atau serupa untuk setiap
unit yang diukur. Reliabilitas ini menyangkut penggunaan indikator, definisi
operasional, prosedur yang sama terhadap pengukuran pada waktu yang berbeda.
Contohnya satu instrument diujikan dua kali dan memperoleh hasil yang konsisten
atau stabil.
2.
Reliabilitas Ekivalen
Usaha memperoleh nilai yang relatif sama pada waktu dan
definisi konseptual yang sama namun dengan jenis indikator yang berbeda. Reliabilitas
ekivalen dapat diukur dengan menggunakan teknik belah-tengah juga dapat
menggunakan teknik pengukuan yang berbeda. Contohnya dua instrument yang serupa
diujikan pada waktu yang sama dan diperoleh hasil yang konsisten.
Ada beberapa metode dalam pengujian
reliabilitas. Yang sering digunakan dalan teknik pengujian reliabilitas
instrument antara lain (Azwar, 2014):
1.
Teknik
Paralel (Paralel Form atau Alternate Form)
Teknik paralel ini disebut juga dengan
teknik double test double trial. Jika
diartikan menjadi dua tes dengan dua kali percobaan, peneliti harus menyusun
dua perangkat instrument yang parallel (ekuivalen) yang disusun berdasarkan
satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrument satu harus terdapat soal yang
serupa pada instrumen kedua. Kemudian kedua instrumen tersebut diujicobakan. Setelah
proses uji coba kedua instrument terlaksana, hasil uji coba tersebut dihitung
korelasinya dengan rumus korelasi Pearson.
2.
Teknik
Ulang (Test Re-test)
Teknik ini disebut juga dengan
teknik single test double trial. Jika
diartikan satu tes dengan dua kali percobaan. Teknik ini menggunakan sebuah
instrument, yang akan diuji cobakan dua kali. Hasil atau skor uji coba pertama
dan uji coba kedua dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas.
Untuk menghitung hasil uji coba kita dapat menggunakan teknik perhitungan rumus
korelasi Pearson. Teknik single test double trial ini merupakan metode
pengujian reliabilitas stabilitas yang paling umum dipakai.
3.
Teknik
Belah Dua (Split Halve Method)
Teknik ini disebut juga dengan teknik
single test single trial. Jika diartika
menjadi satu tes dengan satu percobaan. Dalam teknik ini, peneliti diperbolehkan
membuat satu instrument dan hanya diujicobakan satu kali. Teknik ini dilakukan
dengan cara membagi seluruh instrument menjadi dua bagian sama besar. Cara yang
diambil untuk membagi soal menjadi dua bagian bisa berdasarkan pada nomor ganjil-genap,
nomor awal-akhir, atau dengan cara undian. Nilai reliabilitas dapat diukur
dengan menentukan hubungan antara skor dua bagian ekuivalen dalam suatu tes
yang diberikan secara bersamaa. Pada teknik ini nilai reliabilitas mewakili separuh
bagian yang sebenarnya, maka teknik perhitungan koefisiennya yang tepat untuk
teknik ini dapat menggunakan rumus Spearman-Brown.
C.
Penulisan Laporan
Penelitian
Tahap
akhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menuliskannya dalam bentuk laporan penelitian,
tahap ini merupakan bagian yang penting karena melalui laporan yang kita buat hasil
penelitian kita dapat dibaca oleh orang lain, menjadi sumber informasi yang
berguna bagi perkembangan penelitian pendidikan di Indonesia, serta dapat
dijadikan sebagai referensi untuk pengujian dan pengembangan penelitian di masa
mendatang. Laporan penelitian berisi penjelasan tentang proses dan hasil yang
kita peroleh dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Laporan ini bersifat menyeluruh dan lengkap mencakup
semua proses dan hasil masalah melalui penelitian.
Dalam penulisan laporan penelitian harus menghindari manipulasi data, baik dalam bentuk fabrikasi maupun falsifikasi. Fabrikasi merupakan penelitian yang berdasar pada data fiktif, yaitu dengan mengarang, membuat, atau memperbagus data dan hasil penelitian tanpa melalui proses ilmiah. Misalnya pada sebuah kuisioner peneliti ingin mendapatkan 100 responden, akan tetapi hanya 50 orang yang mengisi, sehingga peneliti mengisi kuisioner tersebut dengan data yang dibuat-buat.
Sedangkan falsifikasi adalah kegiatan memalsukan atau memanipulasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil penelitian agar mendapat hasil yang diinginkan. Dalam hal ini peneliti melaporkan hasil penelitian yang tidak sesuai dengan kenyataan, termasuk upaya membuang data yang bertentangan yang menyebabkan hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam menulis laporan penelitian juga tidak diperbolehkan untuk melakukan plagiasi, karena sangat merugikan peneliti lainnya, mencantumkan nama orang lain yang tidak terlibat atau berkontribusi dalam penelitian juga tidak diperbolehkan.
Menurut Saifudin Azwar dan Leavitt, ada beberapa ciri yang ada dalam penulisan laporan penelitian, yaitu sebagai berikut:
- Objektif, artinya sesuai dengan keadaan sebenarnya, dan tidak mengada-ada.
- Sistematis, artinya sesuai dengan format kepenulisan, runtut dan berkesinambungan.
- Jelas, artinya informasi yang ditulis dapat mengungkapkan sesuatu secara jernih.
- Terbuka, artinya dapat menerima pembaruan dan kebenarannya teruji melalui kritik atau penelitian dari pihak lain.
- Logis, artinya keterangan yang diungkapkan harus memiliki argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat, runtut, dan nalar.
- Komunikatif, artinya susunan kata berdasarkan tata bahasa tulis yang baik.
Sistematika dalam
penulisan laporan penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian
awal, bagian inti, dan bagian akhir. Berdasarkan buku pedoman penulisan karya
tulis ilmiah Universitas Negeri Malang, bagian awal dan bagian akhir untuk
semua alternatif tidak dibedakan, sedangkan bagian inti dibedakan menjadi 3
alternative seperti pada table berikut:
|
Bagian Awal |
||
|
§ Halaman
Sampul § Halaman
Judul § Abstrak
(dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) § Ucapan
Terima Kasih § Daftar
Isi § Daftar
Tabel § Daftar
Gambar § Daftar
Lampiran § Daftar
Istilah (jika diperlukan) |
||
|
Bagian Isi |
||
|
Alternatif I |
Alternatif II |
Alternatif III |
|
BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar
Belakang Masalah 1.2 Rumusan
Masalah atau Tujuan Penelitian 1.3 Kajian
Pustaka atau Kerangka Berpikir, jika diperlukan 1.4 Hipotesis,
jika diperlukan 1.5 Asumsi
Penelitian, jika diperlukan BAB
II METODE 2.1
Rancangan Penelitian 2.2
Data Penelitian 2.3
Analisis Data Penelitian BAB
III HASIL ANALISIS BAB IV PEMBAHASAN BAB V SIMPULAN |
BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar
Belakang Masalah 1.2 Rumusan
Masalah atau Tujuan Penelitian 1.3 Hipotesis
Penelitian, jika diperlukan 1.4 Kegunaan
Penelitian, jika diperlukan 1.5 Asumsi
Penelitian, jika diperlukan BAB
II KAJIAN
PUSTAKA / KERANGKA BERFIKIR BAB
III
METODE 3.1
Rancangan Penelitian 3.2
Data Penelitian 3.3
Analisis Data Penelitian BAB VI
HASIL ANALISIS BAB V PEMBAHASAN BAB VI
PENUTUP 6.1 Simpulan 6.2 Saran |
Pada alternatif ketiga sistematika penyajian bagian inti fleksibel,
disesuaikan dengan kelaziman pada bidang-bidang ilmu yang tidak mungkin
mengikuti sistematika alternatif pertama dan kedua. |
|
Bagian Akhir |
||
|
§ Daftar
Rujukan § Lampiran |
||
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam penelitian, pengukuran dengan suatu instrumen
merupakan suatu hal esensial karena mempunyai titik tolak ukur yang
terstandardisasi. Dalam penelitian kuantitatif, validitas dan reliabilitas
instrumen memegang peranan yang sangat penting karena dapat menunjukkan
kualitas riset mendasar. Validitas berasal dari
kata validity yang mempunyai arti
ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Terdapat tiga jenis validitas (Azwar, 2014), yaitu validitas isi (content validity), validitas konstruksi
(construct validity), dan validitas
kriteria terkait (criterion related
validity). Reliabilitas adalah keajegan dalam pengukuran, artinya
hasil pengukuran tersebut dapat dipercaya karena menunjukkan
hasil yang sama ketika dilakukan pengukuran berkali-kali. Reliabilitas mengarah
kepada konsistensi dari suatu alat ukur dalam suatu prosedur pengukuran. Ada
dua jenis reliabilitas yaitu Relibilitas Stabilitas
dan Relibilitas Ekivalen. Tiga teknik pengujian reliabilitas instrument antara lain Teknik
Paralel, Teknik Ulang dan Teknik Belah Dua.
Tahap akhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menulis laporan
penelitian. Ciri laporan penelitian yang baik adalah Objektif, Sistematis, Jelas, Terbuka, Logis, Komunikatif. Penulisan
laporan penelitian harus menghindari kecurangan seperti manipulasi data fabrikasi,
falsifikasi dan tindakan plagiasi. Sistematika
penulisan laporan penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian
awal, bagian inti, dan bagian akhir. Berdasarkan pedoman penulisan karya tulis
ilmiah Universitas Negeri Malang, bagian awal dan bagian akhir untuk semua
alternatif tidak dibedakan, sedangkan bagian inti dibedakan menjadi 3
alternatif.
DAFTAR RUJUKAN
Azwar, S. 2014. Metode
Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Universitas Negeri Malang. 2017. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
Malang: UM Press
Sumintono, B., & Widhiarso, W. 2015. Aplikasi
Pemodelan RASCH Pada Assessment Pendidikan. AplikAsi RascH pemodelAn Pada
Assessment Pendidikan, 1–142.
Yusup, F. 2018. Uji Validitas dan Reliabilitas
Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah
Kependidikan, 7(1).

No comments:
Post a Comment