Monday, March 8, 2021

Desain Penelitian: Validitas, Reliabilitas Dan Penulisan Laporan Penelitian

 

 MAKALAH METODE PENELITIAN GABUNGAN

DESAIN PENELITIAN: VALIDITAS, RELIABILITAS DAN PENULISAN LAPORAN PENELITIAN

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Gabungan

yang diampu oleh Dr. Parno, M.Si

 

 




Disusun oleh:

Qurrota A’yun (180321614581)

P-2

 

 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

MARET 2021






BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Dalam penelitian, pengukuran dengan suatu instrumen merupakan suatu hal esensial karena mempunyai titik tolak ukur yang terstandardisasi. Dalam penelitian kuantitatif, validitas dan reliabilitas suatu instrumen memegang peranan yang sangat penting karena dapat menunjukkan kualitas riset mendasar. Secara metodologis, penelitian kuantitatif memiliki dua bagian yaitu penggunaan instrumen pengukuran dan uji hipotesis. Bagian pertama, penggunaan instrumen pengukuran mengkaji kualitas instrumen yang memuat penjelasan mengenai reliabilitas dan validitas. Dalam bidang ilmu sosial, bagian ini dinamakan dengan kajian psikometri. Instrumen yang valid (tepat) dan reliable (memberikan pengukuran yang konsisten) akan memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.  Instrumen yang tidak memenuhi syarat tersebut akan memberikan hasil yang bias, tidak akurat atau bahkan menyesatkan sehingga dapat menurunkan kualitas penelitian.

B.       Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dari validitas?

2. Apa pengertian dari reliabilitas?

3. Bagaimana sistematika penulisan laporan penelitian yang baik dan benar?

 

C.      Tujuan

1. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dengan baik pengertian dari validitas.

2. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dengan baik pengertian dari reliabilitas.

3. Agar mahasiswa mengetahui sistematika dalam penulisan laporan penelitian.


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      Validitas

Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan ketepatan atau kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi pengukuran. Ketika suatu instrumen dapat menjalankan fungsi pengukuran dengan baik, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan tujuan pengukuran, maka instrumen tersebut tingkat validitasnya tinggi. Sedangkan ketika instrument yang kita gunakan menghasilkan data yang tidak relevan atau tidak sesuai dengan tujuan pengukuran, maka dapat dikatakan instrument tersebut tingkat validitasnya rendah.

Terdapat tiga jenis validitas (Azwar, 2014), yaitu validitas isi (content validity), validitas konstruksi (construct validity), dan validitas kriteria terkait (criterion related validity). Jenis tersebut berkaitan dengan inti pokok sejauh mana sebuah alat ukur dapat dipercaya untuk mengukur sesuai dengan tujuan pengukuran.


1.    Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi suatu instrumen merupaka kesesuaian antara karakteristik dari variabel pada definisi konseptual dan operasionalnya. Validitas isi berupa pengujian terhadap isi instrumen dengan menganalisis secara rasional atau melalui penilaian professional judgement. Kita dapat menganalisis validitas isi dengan menggunakan logika dari pada ahli yang menganalisisnya (Azwar, 2014).

Kita dapat menganalisis validitas isi dengan dua cara, yang pertama dengan memperhatikan tampilan luar dari instrument (face validity) dan cara yang kedua dengan menganalisis kesesuaian atau korelasi butir-butir instrument dengan karakteristik yang dirumuskan pada definisi konseptual variabel yang diukur (sampling validity).


2.    Validitas Konstruksi (Construct Validity)

Validitas konstruksi menjelaskan seberapa baik pengukuran telah sesuai dengan ekspektasi teoritis. Validitas konstruk berfokus pada sejauh mana alat ukur menunjukkan hasil pengukuran yang sesuai dengan definisinya. Jika definisi dari pengukuran telah berlandaskan teori yang tepat, dan pernyataan item soal telah sesuai, maka instrumen tersebut dapat dinyatakan valid secara validitas konstruk (Yusup, 2018).


3.    Validitas Kriteria Terkait (Criterion Related Validity)

        Validitas kriteria terkait adalah suatu indikator yang membandingkan pengukuran dengan konsep yang sama. Validitas ini memberikan kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor alat ukur dan variabel perilaku yang akan diprediksi oleh skor alat ukur. Terdapat 2 jenis validitas ini yaitu validitas badingan (konkuren) terkait korelasi dengan instrument serupa yang sudah terstandarisasi dan validitas ramalan (prediktif) yang dapat digunakan sebagai prediktor atau memprediksi kinerja di masa yang akan datang.

B.       Reliabilitas

Reliabilitas adalah keajegan atau konsistensi dalam pengukuran. Berasal dari kata reliable atau dapat dipercaya, artinya hasil pengukuran tersebut dapat dipercaya karena menunjukkan hasil yang sama ketika dilakukan pengukuran berulang-kali. Walizer (1987) menyebutkan bahwa ada dua jenis reliabilitas, yaitu:


1.    Reliabilitas Stabilitas

Usaha memperoleh nilai yang sama atau serupa untuk setiap unit yang diukur. Reliabilitas ini menyangkut penggunaan indikator, definisi operasional, prosedur yang sama terhadap pengukuran pada waktu yang berbeda. Contohnya satu instrument diujikan dua kali dan memperoleh hasil yang konsisten atau stabil.


2.    Reliabilitas Ekivalen

Usaha memperoleh nilai yang relatif sama pada waktu dan definisi konseptual yang sama namun dengan jenis indikator yang berbeda. Reliabilitas ekivalen dapat diukur dengan menggunakan teknik belah-tengah juga dapat menggunakan teknik pengukuan yang berbeda. Contohnya dua instrument yang serupa diujikan pada waktu yang sama dan diperoleh hasil yang konsisten.


Ada beberapa metode dalam pengujian reliabilitas. Yang sering digunakan dalan teknik pengujian reliabilitas instrument antara lain (Azwar, 2014):


1.    Teknik Paralel (Paralel Form atau Alternate Form)

Teknik paralel ini disebut juga dengan teknik double test double trial. Jika diartikan menjadi dua tes dengan dua kali percobaan, peneliti harus menyusun dua perangkat instrument yang parallel (ekuivalen) yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrument satu harus terdapat soal yang serupa pada instrumen kedua. Kemudian kedua instrumen tersebut diujicobakan. Setelah proses uji coba kedua instrument terlaksana, hasil uji coba tersebut dihitung korelasinya dengan rumus korelasi Pearson.


2.    Teknik Ulang (Test Re-test)

Teknik ini disebut juga dengan teknik single test double trial. Jika diartikan satu tes dengan dua kali percobaan. Teknik ini menggunakan sebuah instrument, yang akan diuji cobakan dua kali. Hasil atau skor uji coba pertama dan uji coba kedua dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Untuk menghitung hasil uji coba kita dapat menggunakan teknik perhitungan rumus korelasi Pearson. Teknik single test double trial ini merupakan metode pengujian reliabilitas stabilitas yang paling umum dipakai.


3.    Teknik Belah Dua (Split Halve Method)

Teknik ini disebut juga dengan teknik single test single trial. Jika diartika menjadi satu tes dengan satu percobaan. Dalam teknik ini, peneliti diperbolehkan membuat satu instrument dan hanya diujicobakan satu kali. Teknik ini dilakukan dengan cara membagi seluruh instrument menjadi dua bagian sama besar. Cara yang diambil untuk membagi soal menjadi dua bagian bisa berdasarkan pada nomor ganjil-genap, nomor awal-akhir, atau dengan cara undian. Nilai reliabilitas dapat diukur dengan menentukan hubungan antara skor dua bagian ekuivalen dalam suatu tes yang diberikan secara bersamaa. Pada teknik ini nilai reliabilitas mewakili separuh bagian yang sebenarnya, maka teknik perhitungan koefisiennya yang tepat untuk teknik ini dapat menggunakan rumus Spearman-Brown.

 

C.      Penulisan Laporan Penelitian

Tahap akhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menuliskannya dalam bentuk laporan penelitian, tahap ini merupakan bagian yang penting karena melalui laporan yang kita buat hasil penelitian kita dapat dibaca oleh orang lain, menjadi sumber informasi yang berguna bagi perkembangan penelitian pendidikan di Indonesia, serta dapat dijadikan sebagai referensi untuk pengujian dan pengembangan penelitian di masa mendatang. Laporan penelitian berisi penjelasan tentang proses dan hasil yang kita peroleh dari kegiatan penelitian yang telah dilakukan.  Laporan ini bersifat menyeluruh dan lengkap mencakup semua proses dan hasil masalah melalui penelitian.

Dalam penulisan laporan penelitian harus menghindari manipulasi data, baik dalam bentuk fabrikasi maupun falsifikasi. Fabrikasi merupakan penelitian yang berdasar pada data fiktif, yaitu dengan mengarang, membuat, atau memperbagus data dan hasil penelitian tanpa melalui proses ilmiah. Misalnya pada sebuah kuisioner peneliti ingin mendapatkan 100 responden, akan tetapi hanya 50 orang yang mengisi, sehingga peneliti mengisi kuisioner tersebut dengan data yang dibuat-buat. 

Sedangkan falsifikasi adalah kegiatan memalsukan atau memanipulasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil penelitian agar mendapat hasil yang diinginkan. Dalam hal ini peneliti melaporkan hasil penelitian yang tidak sesuai dengan kenyataan, termasuk upaya membuang data yang bertentangan yang menyebabkan hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam menulis laporan penelitian juga tidak diperbolehkan untuk melakukan plagiasi, karena sangat merugikan peneliti lainnya, mencantumkan nama orang lain yang tidak terlibat atau berkontribusi dalam penelitian juga tidak diperbolehkan.

Menurut Saifudin Azwar dan Leavitt, ada beberapa ciri yang ada dalam penulisan laporan penelitian, yaitu sebagai berikut:

  • Objektif, artinya sesuai dengan keadaan sebenarnya, dan tidak mengada-ada.
  • Sistematis, artinya sesuai dengan format kepenulisan, runtut dan berkesinambungan.
  • Jelas, artinya informasi yang ditulis dapat mengungkapkan sesuatu secara jernih.
  • Terbuka, artinya dapat menerima pembaruan dan kebenarannya teruji melalui kritik atau penelitian dari pihak lain.
  • Logis, artinya keterangan yang diungkapkan harus memiliki argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat, runtut, dan nalar.
  • Komunikatif, artinya susunan kata berdasarkan tata bahasa tulis yang baik.

Sistematika dalam penulisan laporan penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Berdasarkan buku pedoman penulisan karya tulis ilmiah Universitas Negeri Malang, bagian awal dan bagian akhir untuk semua alternatif tidak dibedakan, sedangkan bagian inti dibedakan menjadi 3 alternative seperti pada table berikut:

Bagian Awal

§  Halaman Sampul

§  Halaman Judul

§  Abstrak (dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)

§  Ucapan Terima Kasih

§  Daftar Isi

§  Daftar Tabel

§  Daftar Gambar

§  Daftar Lampiran

§  Daftar Istilah (jika diperlukan)

Bagian Isi

Alternatif I

Alternatif II

Alternatif III

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

1.2  Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian

1.3  Kajian Pustaka atau Kerangka Berpikir, jika diperlukan

1.4  Hipotesis, jika diperlukan

1.5  Asumsi Penelitian, jika diperlukan

BAB II METODE

2.1 Rancangan Penelitian

2.2 Data Penelitian

2.3 Analisis Data Penelitian

BAB III HASIL ANALISIS

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V SIMPULAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

1.2  Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian

1.3  Hipotesis Penelitian, jika diperlukan

1.4  Kegunaan Penelitian, jika diperlukan

1.5  Asumsi Penelitian, jika diperlukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA / KERANGKA BERFIKIR

BAB III METODE

3.1 Rancangan Penelitian

3.2 Data Penelitian

3.3 Analisis Data Penelitian

BAB VI HASIL ANALISIS

BAB V PEMBAHASAN

BAB VI PENUTUP

6.1 Simpulan

6.2 Saran

Pada alternatif ketiga sistematika penyajian bagian inti fleksibel, disesuaikan dengan kelaziman pada bidang-bidang ilmu yang tidak mungkin mengikuti sistematika alternatif pertama dan kedua.

Bagian Akhir

§  Daftar Rujukan

§  Lampiran



BAB III

PENUTUP

A.      Kesimpulan

Dalam penelitian, pengukuran dengan suatu instrumen merupakan suatu hal esensial karena mempunyai titik tolak ukur yang terstandardisasi. Dalam penelitian kuantitatif, validitas dan reliabilitas instrumen memegang peranan yang sangat penting karena dapat menunjukkan kualitas riset mendasar. Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Terdapat tiga jenis validitas (Azwar, 2014), yaitu validitas isi (content validity), validitas konstruksi (construct validity), dan validitas kriteria terkait (criterion related validity). Reliabilitas adalah keajegan dalam pengukuran, artinya hasil pengukuran tersebut dapat dipercaya karena menunjukkan hasil yang sama ketika dilakukan pengukuran berkali-kali. Reliabilitas mengarah kepada konsistensi dari suatu alat ukur dalam suatu prosedur pengukuran. Ada dua jenis reliabilitas yaitu Relibilitas Stabilitas dan Relibilitas Ekivalen. Tiga teknik pengujian reliabilitas instrument antara lain Teknik Paralel, Teknik Ulang dan Teknik Belah Dua.

Tahap akhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menulis laporan penelitian. Ciri laporan penelitian yang baik adalah Objektif, Sistematis, Jelas, Terbuka, Logis, Komunikatif. Penulisan laporan penelitian harus menghindari kecurangan seperti manipulasi data fabrikasi, falsifikasi dan tindakan plagiasi. Sistematika penulisan laporan penelitian dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Berdasarkan pedoman penulisan karya tulis ilmiah Universitas Negeri Malang, bagian awal dan bagian akhir untuk semua alternatif tidak dibedakan, sedangkan bagian inti dibedakan menjadi 3 alternatif.


 

DAFTAR RUJUKAN

AzwarS2014. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Universitas Negeri Malang. 2017. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Malang: UM Press

Sumintono, B., & Widhiarso, W. 2015. Aplikasi Pemodelan RASCH Pada Assessment Pendidikan. AplikAsi RascH pemodelAn Pada Assessment Pendidikan, 1–142.

Yusup, F. 2018. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1).

 

No comments:

Post a Comment

  Nama    : Muhammad David Hendrawan NIM      : 180321614591 PENDAHULUAN PADA ARTIKEL Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ol...