NOTULA PERTEMUAN KELIMA
PFIS6515 - Metodologi Penelitian Gabungan
Offering: P-2
Perkuliahan Pertemuan ke – 5
Tanggal: 09/03/2021
sd 15/03/2021
Tema/Topik: Desain Penelitian (Bagian 3)
Pemakalah
|
No |
NIM |
Nama
Mahasiswa |
Judul
Sub-Makalah |
|
1 |
200321614957 |
Davit Aditya Pramono |
Makalah prosedur pengumpulan, rekam, analisis serta interpretasi data |
|
2 |
180321614591 |
Muhammad David Hendrawan |
Desain penelitian: analisis metode
kualitatif dalam hal karakteristik, desain kualitatif, dan aturan penelitian
|
|
3 |
180321614581 |
Qurrota Ayun |
Makalah Validitas, Reliabilitas dan
Penulisan Laporan Penelitian
|
Kehadiran Mahasiswa
1.
Jumlah seluruh mahasiswa peserta
matakuliah : 25 mahasiswa
2.
Jumlah mahasiswa yang hadir : 17 mahasiswa
3.
Jumlah mahasiswa yang tidak hadir : 5 mahasiswa
|
No. |
NIM |
Nama
Mahasiswa Tidak Hadir |
Alasan
Tidak Hadir |
|
1. |
200321615001 |
Angeline Septiana Sinaga |
Tidak mengisi diskusi dan tidak membuat
essai |
|
2. |
200321614979 |
Misva Meltri Purba |
Tidak mengisi diskusi dan tidak membuat
essai |
|
3. |
180321612579 |
Mochamad Saiful Ma'arif |
Tidak mengisi diskusi dan tidak membuat
essai |
|
4. |
180321614541 |
Ria Rohmawati |
Tidak mengisi diskusi dan tidak membuat
essai |
|
5. |
200321514980 |
Yuwita C Timorensia Sinaga |
Tidak mengisi diskusi dan tidak membuat
essai |
Notula Diskusi:
Semua mahasiswa non-presenter telah
memberikan tanggapan dan juga pertanyaan terkait 3 materi dengan topik yang
telah dilemparkan oleh presenter dalam forum diskusi. Berikut adalah rangkuman
dari diskusi yang telah dilaksanakan selama satu minggu setelah pertemuan ke-5
tersebut:
Forum diskusi Muhammad David Hendrawan: “Desain penelitian: analisis metode kualitatif
dalam hal karakteristik, desain kualitatif, dan aturan penelitian”
Topik yang disajikan presenter (Muhammad David Hendrawan):
1. Bagaimana karakteristik dari
metode kualitatif?
2. Bagaimana desain metode
kualitatif?
3. Apa saja yang mendasari
landasan hukum penerbitan Permenristekdikti No. 20 Tahun 2018 Tentang
Penelitian?
Tanggapan Audiens:
Dari materi dan topik diskusi yang
disampaikan muncul pertanyaan, tanggapan beserta jawaban dari presenter
(penyaji) yang dirangkum dalam point-point sebagai berikut:
1.
Izin menanggapi topik yang
dilemparkan pada no 1 yang telah dijelaskan pada makalah yaitu menurut
(Arikunto, 2002) karakteristik dari penelitian kualitatif adalah sebagai
beikut:
a.
Berpola pikir induktif
(empiris-rasional atau bottom up).
b.
Sangat mengutamakan &
menghargai persepsi atau pendapat berdasarkan partisipan atau narasumber.
c.
Rancangan penelitian bersifat
alami/natural.
d.
Penelitian kualitatif bertujuan buat
tahu, mencari makna pada kembali data,
menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris, logis & teoritis.
e.
Subjek yang diteliti, data yang
dikumpulkan, asal data yang dibutuhkan & indera pengumpul data mampu
berubah-ubah sinkron menggunakan kebutuhan.
f.
Pengumpulan data dilakukan
berdasar fenomonologis.
g.
Mengutamakan proses dibandingkan
hasil.
h.
Peneliti berfungsi menjadi
instrument atau indera data.
i.
Analisis data bisa dilakukan
selama proses berlangsung & sesudah berlangsung.
j.
Hasil penelitian berupa gambaran
& penafsiran dalam ketika dan situasi tertentu.
k.
Penelitian kualitatif dianggap
jua penelitian alamiah atau naturalistik.
(Tanggapan oleh Ulya Shiva dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Izin
bertanya pada karakteristik poin f. yaitu pengumpulan data dilakukan
berdasarkan fenomonologis. apa ya yang dimaksud dengan fenomonologis? dan
bagaimana contoh pengumpulan datanya? (Pertanyaan oleh Ulya Shiva dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
2.
Adapun dasar landasan hukum
penerbitan Permenristekdikti Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penelitian, adalah:
a.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002
tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor
84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219);
b.
Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun
2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 14);
c.
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun
2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 33);
d.
Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun
2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2018 Nomor 64);
e.
Peraturan Menteri Riset, Teknologi,
dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 889).
(Tanggapan oleh Kholif Indriastuti dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Dalam makalah,
disebutkan bahwa pada karakteristik dari penelitian kualitatif menurut
(Arikunto, 2002) yaitu poin a. Berpola pikir induktif “metode ini digunakan
buat memperoleh grounded theory, yaitu teori yang dari berdasarkan data &
bukan dari berdasarkan hipotesis. Dengan demikian penelitiannya bersifat
generating theory. Maksud dari generating theory itu apa? Bisa dijelaskan lebih
lanjut. (Pertanyaan oleh Kholif Indriastuti dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
3.
Dari makalah yang telah diunggah
saudara david, karakteristik penelitian kualitatif salah satunya yaitu berpola
pikir induktif, rancangannya bersifat alami, pengumpulan data dilakukan
berdasarkan fenomonologis, dan analisis data bisa dilakukan selama proses berlangsung
dan sesudah berlangsung.
Untuk metode desainnya yakni
melakukan studi kasus dan ethnografi.
(Tanggapan oleh Titik Nur Mutmainnah dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Izin bertanya kepada saudara
David, saya masih belum paham mengenai ethnografi pada desain penelitian. Boleh
dijelaskan lebih lanjut? mungkin dapat diberi contoh secara umum?
(Pertanyaan oleh Titik Nur Mutmainnah dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
4.
1) Karakteristik metode
kualitatif sebagai berikut:
a.
Mengeksplorasi suatu kasus pada
sebuah kenyataan & menyebarkan informasi secara mendetail.
b.
Mempunyai literature review dan
sebagai pembenar pada kasus yang dikaji.
c.
Menyatakan tujuan dan pertanyaan
penelitian secara generik dan fundamental yang diberikan pada partisipan guna
menggali informasi yang berkaitan menggunakan pengalamannya.
d.
Pengumpulan data didasarkan dalam pandangan, opini, & pendapat
menurut beberapa individu.
e.
Penganalisaan data yang berbentuk
pelukisan dilakukan menggunakan analisis teks & menginterpretasikannya pada
bentuk arti yang luas menurut informasi yang dihasilkan.
f.
Penulisan laporan menggunakan
kriteria yang fleksibel, terstruktur, dan evaluatif termasuk subjektifitas
menurut peneliti yang bersifat reflektif.
2) Desain penelitian Kualitatif terdiri atas Studi kasus, dan Ethnografi
(Tanggapan oleh Siti Lailatul Aminah dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Yang ingin saya tanyakan, kedua hal
tersebut merupakan 2 desain penelitian ataukah keduanya mempunyai
keterkaitan? Jika kedua hal tersebut
merupakan 2 desain penelitian yang tidak saling terkait, maka adakah cara khusus
untuk memilih desain sebelum melakukan penelitian?
(Pertanyaan oleh Siti Lailatul Aminah dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
5.
1)
Karakteristik penelitian kualitatif
adalah
a.
pola berpikirnya induktif
b.
pengumpulan data bersifat
fenomenologis atau berpusat pada fenomena
c.
Variabel yang diteliti bisa
berubah bergantung pada keadaan dilapangan
d.
Analisis datanya cenderung berupa
penjelasan2 dan berusaha membangun teori dari fenomena yang diteliti
2) Metodenya studi
kasus dan ethnografi.
Sekaligus
menanggapi pertanyaan teman-teman kalau yang saya baca etnografi adalah
penelitian yang lebih menitik beratkan kepadapola hidup, sosial dan budaya di
masyarakat. penelitian etnografi memberikan gambaran utuh, rinci tentang apa
yang terjadi di lapangan. Jadi menurut saya metode ini otentik, unik karena
konten penelitiannya seperti kasus nyata yang ditemukan oleh peneliti dan hal
tersebut berhubungan dengan kehidupan, sosial budaya masyarakat tertentu.
misalnya tentang kehidupan sehari-hari masyarakat.
Contohnya ;
Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Para Pengunduh Sarang Burung Walet:
Studi Etnografi Perilaku Keselamatan Kerja Di Pantai Karangduwur Kabupaten
Kebumen Jawa Tengah
Biasanya pengumpulan datanya
melalui wawancara dan observasi juga.
(Tanggapan oleh Yuyun Iqlimatul dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
6.
Terimakasih
David atas makalah yang telah disajikan sudah cukup baik, nemun izin
menyarankan untuk menggunakan susunan kalimat yang sederhana agar mudah dalam
memahami apa yang disampaikan :). Kemudian, berdasarkan makalah yang telah saya
baca tersebut serta materi sebelumnya, penelitian kualitatif identik (memiliki
karakteristik) dengan data deskriptif dan hasil berupa generalisasi atas
pendapat banyak orang yang telah dikumpulkan.
(Tanggapan oleh Eka Erwina dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
7.
Izin menanggapi pertanyaan titik
Etnografi merupakan desain penelitian kualitatif,
peneliti menggambarkan dan menafsirkan pola berbagi dan belajar nilai-nilai, perilaku,
keyakinan, dan bahasa dari kelompok budaya, baik sebagai proses dan hasil
penelitian, melibatkan perluasan pengamatan terhadap kelompok melalui
observasi berperanserta, peneliti terlibat langsung dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat. Tujuan utama aktivitas ini adalah untuk memahami suatu
pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Oleh karena itu,peneliti
etnografi melibatkan aktivitas belajar mengenai dunia orang lain yang telah
belajar, melihat, mendengar, berbicara, berpikir, dan bertindak dengan cara
berbeda. Jadi etnrografi tidak hanya mempelajari masayrakat, tetapi lebih dari
itu, etnografi belajar dari masyarakat.
(Tanggapan oleh Resi Bismantara
dari pertanyaan Titik Nur Mutmainnah dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
8.
izin menjawab diskusi no 2
mungkin ini jawaban diluar
makalah yang anda beikan
Karena paradigma, proses, metode,
dan tujuannya berbeda, penelitian kualitatif memiliki model desain yang berbeda
dengan penelitian kuantitatif. Tidak ada pola baku tentang format desain
penelitian kualitatif, sebab; (1) instrumen utama penelitian kualitatif adalah
peneliti sendiri, sehingga masing-masing orang bisa memiliki model desain
sendiri sesuai seleranya, (2) proses penelitian kualitatif bersifat siklus,
sehingga sulit untuk dirumuskan format yang baku, dan (3) umumnya penelitian
kualitatif berangkat dari kasus atau fenomena tertentu, sehingga sulit untuk
dirumuskan format desain yang baku.
(Tanggapan oleh Baskara Hariadi dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
9.
Izin menanggapi, karakteristik
penelitian kualitatif yaitu
(1) Mengeksplorasi suatu kasus
secara mendetail menurut sebuah kenyataan, (2) Literature review sebagai
pembenar pada konflik yang sedang dikaji, (3) Menyatakan tujuan dan petanyaan penelitian
secara generik dan fundamental, (4) Pengumpulan data didasarkan dalam
pandangan, opini, dan pendapat menurut beberapa individu (5) Penganalisaan data
menggunakan analisis teks, (6) Penulisan laporan fleksibel, terstruktur, dan
evaluatif berdasakan subjektifitas peneliti.
(Tanggapan oleh Ramadhanti Milenia dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Saya ingin bertanya mengenai
auran penelitian, jadi aturan penelitian yang ada dimakalah (Permenristekdikti
No. 20/2018 mengenai Penelitian), itu aturan secara umum ya? lalu kata
"Dalam P20 belum terdapat diktum yang" itu maksudnya apa? karena saya
cari di KBBI diktum itu ucapan/putusan/tetapan resmi, jadi kan kalau diartikan
dalam P20 belum terdapat tetapan yang resmi?
(Peertanyaan oleh Ramadhanti Milenia dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
10. Terima kasih atas
makalah yang telah disajikan oleh David. Saya mencoba menjawab pertanyaan
diskusi yang diberikan.
a.
Karakteristik penelitian
kualitatif yang paling utama adalah data tidak berbentuk angka, hanya
deskripsi/ catatan.
b.
Karakteristik penelitian
kuantitatif yaitu data berbentuk angka dan dapat diukur dengan statistika.
(Tanggapan oleh Ratna Dwi Wulansari dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
11. Terima kasih atas pemaparan
materinya, Saya izin menanggapi topik diskusi yang diajukan sesuai dengan
pemaparan yang telah saudara david berikan
Karakteristik metode kualitatif
a.
Berpola pikir induktif
(empiris-rasional atau bottom up).
b.
Sangat mengutamakan &
menghargai persepsi atau pendapat berdasarkan partisipan atau narasumber.
c.
Rancangan penelitian bersifat
alami/natural.
d.
Penelitian kualitatif bertujuan
buat tahu, mencari makna pada kembali
data, menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris, logis & teoritis.
e.
Subjek yang diteliti, data yang
dikumpulkan, asal data yang dibutuhkan & indera pengumpul data mampu
berubah-ubah sinkron menggunakan kebutuhan.
f.
Pengumpulan data dilakukan
berdasar fenomonologis.
g.
Mengutamakan proses dibandingkan
hasil.
h.
Peneliti berfungsi menjadi instrument
atau indera data.
i.
Analisis data bisa dilakukan
selama proses berlangsung & sesudah berlangsung.
j.
Hasil penelitian berupa gambaran
& penafsiran dalam ketika dan situasi tertentu.
k.
Penelitian kualitatif dianggap
jua penelitian alamiah atau naturalistik.
(Tanggapan oleh Ramadhan Very dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
12. Izin menjawab
pertanyaan pertanyaan dari saudara david
Menurut saya , Karakteristik
Penelitian Kualitatif
a.
Pada penelitian kualitatif teori
atau hipotesis tidak secara apriori diwajibkan ada.
b.
Penelitian kualitatif
dilaksanakan pada latar alamiah (bukan dibuat-buat/artifisial), yaitu tempat di
mana kejadian dan perilaku manusia berlangsung.
c.
Asumsi-asumsi pada penelitian
kualitatif amat berbeda dengan penelitian kuantitatif.
d.
Dalam melaksanakan penelitian
kualitatif, justru peneliti-lah yang merupakan instrumen utama penelitian untuk
mengumpulkan data.
e.
Data yang dikumpulkan pada
penelitian kualitatif lebih cenderung bersifat deskriptif atau penggambaran
dalam bentuk kata-kata, bukan dominan angka-angka.
f.
Penelitian kualitatif berfokus
pada menggali persepsi dan pengalaman partisipan (pihak-pihak yang terlibat
dalam) penelitian.
g.
Pada penelitian kualitatif,
proses pelaksanaan penelitian sama pentingnya dengan hasil penelitian (produk).
Peneliti, selama prosesnya berusaha memahami bagaimana suatu kejadian
berlangsung.
h.
Data pada penelitian kualitatif
ditafsirkan dalam pemahaman idiografis, bukan untuk membuat atau merumuskan
generalisasi.
i.
Dalam merancang desain
penelitian, peneliti pada penelitian kualitatif harus mencoba merekonstruksi
penafsiran dan pemahaman dengan sumber data, yaitu manusia.
(Tanggapan
oleh Noval Zakariya Fikri dan dibenarkan oleh Muhammad David sebagai presenter)
Forum
diskusi Qurrota A’yun: “Validitas, Reliabilitas dan Penulisan Laporan
Penelitian”
Topic
Diskusi:
1.
Apa yang dimaksud dengan validitas?
2.
Apa yang dimaksud dengan reliabilitas?
3.
Menurut kalian bagaimana penulisan laporan
penelitian yang baik dan hal apa saja yang perlu dihindari dalam penulisan
laporan penelitian?
Tanggapan
Audiens:
Dari materi dan topik diskusi yang disampaikan muncul pertanyaan,
tanggapan beserta jawaban dari presenter (penyaji) yang dirangkum dalam
point-point sebagai berikut:
1. Terimakasih
Qurrota telah menyajikan makalah dengan membahas mengenai validitas,
reliabilitas dan sistematika penulisan laporan penelitian yang baik dan
benar. Izin untuk menanggapi topik yang dilemparkan. Berdasarkan makalah dari
qurrota telah dijelaskan bahwa validitas berasal dari kata validity,
dapat diartikan ketepatan atau kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan
fungsi pengukuran. Nah dalam dunia penelitian alat ukur yang perlu divaliditas
adalah instrumen penelitian, sehingga ketika instrumen tersebut berperan dengan
baik dalam penelitian maka instrumen tersebut memiliki validitas yang tinggi.
Reliabilitas merupakan hasil pengukuran dari suatu penelitian atau sejenisnya
yang dapat dipercaya kevalidannya dengan bukti akan menghasilkan hasil yang
sama walaupun dilakukan pengukuran berulang kali. Penulisan laporan
penelitian yang baik adalah ketika laporan tersebut memenuhi ciri penelitian
yang Objektif, Sistematis, Jelas, Terbuka, Logis, Komunikatif. Hal yang
perlu dihindari adalah kecurangan penelitian dan plagiasi dalam penyusunan
laporannya. (Tanggapan oleh Ulya Shiva dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
2.
Izin menjawab: (Tanggapan oleh Sarah Lutfiah dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
1.
Validitas berasal dari kata validity, dapat
diartikan ketepatan atau kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
pengukuran.
2.
Reliabilitas merupakan hasil pengukuran dari
suatu penelitian atau sejenisnya yang dapat dipercaya kevalidannya dengan bukti
akan menghasilkan hasil yang sama walaupun dilakukan pengukuran berulang
kali.
3.
Memenuhi ciri penelitian yang Objektif,
Sistematis, Jelas, Terbuka, Logis, Komunikatif. Hal yang perlu dihindari adalah
kecurangan penelitian dan plagiasi
3.
Waalaikumsalam wr wb. Saya Titik Nur Mutmainnah
izin menanggapi. Dari makalah yang telah diunggah, validitas merupakan suatu
ketepatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya, sedangkan reliabilitas
merupakan suatu keajegan dalam pengukuran (hasil pengukuran tersebut dapat
dipercaya karena menunjukkan hasil yang sama ketika dilakukan pengukuran
berkali-kali). Dalam menuliskan laporan penelitian yang baik aka laporan
tersebut harus objektif, sistematis, jelas, logis, dan hal yang perlu dihindari
dalam menuliskan suatu laporan adalah manipulasi, atau tindakan plagiasi. (Tanggapan oleh Titik Nur M dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
4.
Izin bertanya kepada saudari Qurota, pada
makalah terdapat pedoman penulisan karya tulis ilmiah UM, pada bagian isi
dibedakan menjadi 3 alternatif. Nah kapan kita menggunakan alternatif 1, 2,
atau 3? Biasanya lebih banyak menggunakan alternatif yang mana? Terimakasih. (Pertanyaan oleh Titik Nur M)
5.
Terimakasih titik atas tanggapan dan
pertanyaannya, izin menjawab ya. Menurut saya kita dapat menggunakan ketiga
alternatif tersebut berdasarkan jenis penelitan yang kita lakukan, biasanya
yang lebih sering digunakan adalah format ke-2. Dari beberapa sumber
menyebutkan untuk penelitian kualitatif bisa menggunakan format 1 atau 2, untuk
penelitian kuantitatif biasanya menggunakan format ke-2, sedangkan format ke-3
digunakan jika tidak memungkinkan untuk menggunakan sistematika pada alternatif
1 dan 2. Terimakasih, mohon dikoreksi. (Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
6.
Saya zuyyinah, izin bertanya, untuk penelitian gabungan itu
menggunakan format yang mana ya? Terimakasih (Pertanyaan oleh Zuyyinah)
7.
Izin menjawab ya, karena penelitian gabungan
mencakup penelitian kualitatif dan kuantitatif maka bisa menggunakan alternatif
kedua karena format tersebut juga yang paling umum digunakan. Terimakasih,
mohon dikoreksi^^ (Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
8.
Terimakasih Qurrota atas materi yang telah
diberikan. Dari topik yang telah Qurrota sampaikan dan referensi yang telah
saya baca, validitas merupakan ketepatan atau kecermatan instrumen dalam
pengukuran untuk mengambil sebuah data. Validitas sendiri terbagi menjadi 2,
yaitu validitas faktor dan validitas item. Sedangkan, reliabilitas berarti
dapat dipercaya. Reliabilitas merupakan pengujian yang digunakan untuk
mengetahui konsistensi alat ukur atau instrumen yang digunakan sehingga
instrumen dapat memberikan hasil yang tepat. (Tanggapan oleh Eka Erwina dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
9.
Izin
bertanya pada pemateri, apa hubungan antara validitas dengan reabilitas? (Pertanyaan oleh Resi Bismantara)
10. Izin
menjawab, menurut sumber yang saya baca hubungan antara validitas dengan
reliabilitas adalah reliabilitas atau pengukuran yang andal/konsisten tidak
selalu valid, hasil yang didapatkan mungkin saja konsisten, tetapi belum tentu
akurat atau sesuai dengan yang diukur. Sedangkan pengukuran yang valid umumnya
dapat diandalkan (reliable), jika suatu pengujian menghasilkan hasil yang
akurat, maka harus dapat menunjukan hasil yang konsisten. Terimakasih, mohon
dikoreksi. (Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
11. Izin
menjawab pertanyaan. Validitas adalah kemampuan suatu instrumen untuk mengukur
apa yang seharusnya diukur. Reliabilitas adalah konsistensi instrumen untuk
menghasilkan nilai pengukuran. Dalam laporan penelitian yang baik, isi dari
laporan harus akurat, data yang diberikan haruslah data yang sesuai dengan data
yang diambil dan tidak rekayasa apapun. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami,
yang perlu dihindari dalam penulisan laporan penelitian adalah adanya
manipulasi data dan plagiasi. (Tanggapan
oleh Ramadhan Very K dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
12. Saya
ingin bertanya, bagaimana cara mengetahui apakah instrumen penelitian yang kita
buat tersebut sudah valid dan reliabel? (Pertanyaan
oleh Ramadhan Very K)
13. Terimakasih
atas pertanyaannya, izin menjawab ya. Menurut saya validitas instrumen dapat
diuji dengan penilaian dari pakar atau ahli, misalnya persetujuan pakar atau
praktisi terhadap kisi-kisi dan butir-butir tes, Persetujuan ahli bahasa yang
menguji daya keterbacaan pernyataan di dalam butir, atau dengan respon siswa
yang menjadi sasaran instrumen tersebut misalnya pendapat siswa yang mengatakan
bahwa mereka dapat memahami dengan baik semua pernyataan di dalam butir.
Sedangkan untuk reliabilitas dapat diuji dengan
beberapa teknik seperti teknik tes ulang, teknik tes paralel, dan teknik belas
dua. Kemudian hasil yang didapat dianalisis dengan teknik perhitungan yang
sesuai. Terimakasih, mohon dikoreksi.
(Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
14. Validitas
berasal dari kata validity, dapat diartikan ketepatan atau kecermatan suatu
alat ukur dalam melakukan fungsi pengukuran. Reliabilitas merupakan hasil
pengukuran dari suatu penelitian atau sejenisnya yang dapat dipercaya
kevalidannya dengan bukti akan menghasilkan hasil yang sama walaupun dilakukan
pengukuran berulang kali. Memenuhi ciri penelitian yang Objektif,
Sistematis, Jelas, Terbuka, Logis, Komunikatif. Hal yang perlu dihindari adalah
kecurangan penelitian dan plagiasi. (Tanggapan
oleh Baskara Hariadi dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
15. Terima
kasih Qurrota atas penyajian makalah mengenai validitas, reliabilitas
dan sistematika penulisan laporan penelitian yang baik dan benar. Menurut
saya, validitas adalah tepat dan cermatnya alat ukur dalam memberikan fungsi
pengukuran dan hasil pengukuran. Menurut saya, reiabilitas adalah konsistensi
alat ukur dalam melakukan pengukuran. Menurut saya, dalam menuliskan laporan
penelitian yang baik harus lengkap, strukturnya urut dan tertata, terdapat
data-data pendukung, dan dapat dibaca orang lain dengan baik. Hal-hal yang
harus dihindari dalam penulisan laporan penelitian adalah manipulasi data
karena akan berdampak pada penelitian yang akan datang. (Tanggapan oleh Ratna Dwi W dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
16. Terimakasih
sdri Qurrota atas makalah yang anda sajikan. Saya zuyyinah, izin menanggapi
sekaligus bertanya. Validitas berasal dari kata validity yang
dapat diartikan sebagai ketepatan atau kecermatan suatu alat ukur dalam
melakukan fungsi pengukuran. Reliabilitas adalah keajegan atau konsistensi
dalam pengukuran. Berasal dari kata reliable atau dapat
dipercaya, artinya hasil pengukuran tersebut dapat dipercaya karena menunjukkan
hasil yang sama ketika dilakukan pengukuran berulang-kali. Penulisan laporan
penelitian yang baik ialah harus memenuhi ciri-ciri yang ada dalam penulisan
laporan penelitian yaitu: objektif, sistematis, jelas, terbuka, logis,
komunikatif. Dalam penulisan laporan penelitian harus menghindari manipulasi
data, baik dalam bentuk fabrikasi (penelitian yang berdasar pada data fiktif,
yaitu dengan mengarang, membuat, atau memperbagus data dan hasil penelitian
tanpa melalui proses ilmiah.) maupun falsifikasi (kegiatan memalsukan atau
memanipulasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil penelitian
agar mendapat hasil yang diinginkan). Dalam menulis laporan penelitian juga
tidak diperbolehkan untuk melakukan plagiasi, karena sangat merugikan peneliti
lainnya, mencantumkan nama orang lain yang tidak terlibat atau berkontribusi dalam
penelitian juga tidak diperbolehkan. (Tanggapan
oleh Zuyyinah dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
17. Kemudian,
saya izin bertanya, pada makalah yang sdri sajikan terdapat rumus korelasi
pearson dan rumus spearman-Brown, rumusnya seperti apa ya? (Pertanyaan oleh Zuyyinah)
18. Terimakasih
atas pertanyaannya, izin menjawab ya. Jadi Rumus Korelasi Pearson adalah alat
analisis statistik yang digunakan untuk melihat keeratan hubungan linier antara
2 variabel yang skala datanya adalah interval atau rasio.
Sedangkan Koefisien Korelasi Spearman merupakan
statistik nonparametrik. Statistik ini merupakan suatu ukuran asosiasi
atau hubungan yang dapat digunakan pada kondisi satu atau kedua variabel
yang diukur adalah skala ordinal (berbentuk ranking) atau kedua variabel adalah
kuantitatif namun kondisi normal tidak terpenuhi.
(Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
19. Izin
menjawab. Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai
arti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
ukurnya. Reliabilitas adalah keajegan dalam pengukuran, artinya hasil
pengukuran tersebut dapat dipercaya karena menunjukkan hasil yang sama
ketika dilakukan pengukuran berkali-kali. Penulisan laporan penelitian
yang baik adalah laporan yang objektif, sistematis, jelas terbuka, logis, dan
komunikatif. Penulisan laporan penelitian harus menghindari kecurangan seperti
manipulasi data fabrikasi, falsifikasi dan tindakan plagiasi. (Tanggapan oleh Iklimatul F dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
20. Selain
itu saya juga izin bertanya. Jika laporan penelitian banyak menggunakan Bahasa
ilmiah namun sulit dipahami oleh orang umum, apakah laporan tersebut tidak
komunikatif? Terimakasih. (Pertanyaan
oleh Iklimatul F)
21. Terimakasih Iklima atas tanggapan dan pertanyaannya,
izin menjawab ya. Laporan penelitian juga berfungsi sebagai alat komunikasi
akademik, umumnya cenderung bersifat sangat teknis karena mewakili penelitian
teoritis terbaru dan merupakan hasil eksperimen di bidang sains. Oleh karena
itu cenderung sulit dipahami kecuali oleh orang dalam bidang keilmuan yang
sama. Namun sebisa mungkin kita menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh
masyarakat agar informasi dan manfaatnya lebih tersebar luas. Terimakasih, mohon
dikoreksi. (Jawaban oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
22. Saya
Nurhayani Nasution izin menanggapi, yang dimaksud dengan validitas adalah suatu
ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.
Sedangkan reabilitas adalah syarat untuk pengujian validitas instrumen. Dan
dalam menuliskan laporan penelitian yang baik, laporan tersebut harus objektif,
sistematis, jelas, logis, dan hal yang perlu dihindari dalam penulisan ialah
manipulasi/tindakan plagiasi. (Tanggapan
oleh Nurhayani N dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
23. Terimakasih
mbak Qurrota. Menurut saya, suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang
tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur
yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. Suatu tes
menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran
dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah. Reliabilitas, atau
keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat
ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan
tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih
subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas
antar penilai). Reliabilitas tidak sama dengan validitas. Artinya pengukuran
yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur
apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian, reliabilitas adalah sejauh mana
pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang
terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat
diandalkan bila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama.
Tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang berulang itu memberikan hasil yang
berbeda-beda. (Tanggapan oleh Affan ahmad dan dibenarkan oleh Qurrota A’yun sebagai presenter)
Forum Diskusi Davit Aditya Pramono: “Pengumpulan, Rekam Data Serta Analisis Dan Interpretasinya”
Topik diskusi:
1) Bagaimana prosedur
pengumpulan data penelitian.?
2) Bagaimana cara rekam data
penelitian serta apa saja media yang dapat digunakan dalam proses rekam data.?
3) Bagaimana proses analisis
serta interpretasi data yang baik dan benar.?
1. Terima kasih atas sajian
makalahnya. Saya ingin bertanya terkait prosedur pengumpulan data yang
dijelaskan, apakah prosedur tersebut dapat digunakan untuk segala jenis
penelitian, ataukah beberapa prosedur pengumpulan data dikhususkan untuk jenis
penelitian tertentu? Mengapa demikian? Terima kasih
Jawab
Mengacu pada makalah yang
saya buat dimana disitu ada beberapa macam prosedur cara pengumpulan data,
disitu dijelaskan bahwasanya beberapa teknik pengumpulan itu hanya cocok
dilakukan untuk jenis penelitian tertentu, jadi semisal kita ingin melakukan
penelitian maka kita perlu juga mengetahui metode pengumpulan datanya
menggunakan teknik dan prosedur apa dan bagaimana mendapatkan datanya. Semisal
kita melakukan penelitian kuantitatif maka bisa menggunakan berupa wawancara
tetapi pertanyaan wawancaranya harus berupa jawaban yang pasti dimana jika ada
seseorang yang menayakan hal yang sama maka didapat jawaban yang sama dan dapat
dipresentasikan berupa angka. Semisal kita bertanya terkait nilai akademik
dalam satu semester pembelajaran dimana prosedurnya menggunakan wawancara, maka
cara memeberikan pertanyaanya menggunakan opsi apakah sangat baik, baik, cukup,
kurang atau sangat kurang dimana tiap opsi mendapatkan skor yang berbeda. Jadi
bisa dibilang prosedur pengumpulan data ini bersifat dinamis dalam artian
tergantung pemakain serta pemahaman peneliti dalam mensiasati proses
pengumpulan data.
(Tanggapan oleh Regin Salsabilah dan dijawab oleh Davit Aditya Pramono sebagai presenter)
2. Terima kasih untuk makalah
yang telah disajikan Davit. Dalam proses pengumpulan data terdapat studi
dokumen yang dapat digunakan sebagai metode pengumpulan data. Lalu bagaimana
menginterpretasikan data dari studi dokumen tersebut?
Jawab
Adapun cara
penginterpretasian data dari studi dokumen yaitu berupa data yang sudah ada paa
dokumen kita ambil dimana hal tersebut digunakan sebagai bahan untuk merujuk
dalam melakukan kajian tentang penelitian yang sedang dilakukan, dimana hal
tersebut berupa proses meminjam data atau dalam kata lain meniru data yang
sudah ada tetapi menjadikan suatu pembahasan tersendiri dan menyimpulkan apakah
penelitian atau data tersebut benar – benar valid atau dapat disanggah bahwa
ada hal – hal yang tidak disetujui peneliti tentang dokumen tersebut.
(Tanggapan oleh Ratna Dwi Wulansari dan dijawab oleh Davit Aditya Pramono sebagai presenter)
3. Terimakasih atas makalah
yang telah dibuat oleh sudara Davit. Saya izin bertanya, menurut Davit kapan
kita akan menggunakan rekam data dengan menggunakan metode wawancara/ angket/
observasi? Terimakasih
Jawab
Kita akan menggunakan rekam
data menggunakan metode wawancara pada saat kita menginginkan data yang berupa
pemaparan langsung dimana kita perlu mendengar dari informan terkait apa saja
yang kita ingin tahu, sedangkan untuk observasi hampir sma dengan wawancara
tetapi disini berkaitan tentang keadaan yang diteliti misalnya saja lingkugan,
tempat dan lain sebagainya. Dan untuk angket sendiri digunakan pada saat kita
ingiin melakukan penetian ke banyak responden dimana biasanya wilayah yang
diteliti terlalu luas dan lain sebaginya hal itu memugkinkan peneliti hanya
menggunakan rekam data berupa angket.
(Tanggapan oleh Baskara Hariadi dan dijawab oleh Davit Aditya Pramono sebagai presenter)
4. Izin menanggapi makalah
yang disajikan oleh penyaji berupa analisis atau pengolahan data yang terbagi
dalam 4 tahap yaitu pengumpulan data, editing, coding, dan tabulasi jika ke
empat langkah ini terpenuhi maka hal yang perlu dilakukan yaitu mendeskripsikan
data menggunakan salah satu dari 2 jenis analisis yaitu analisis kualitatif dan
kuantitatif. Jika metode penelitian yang kita lakukan yaitu campuran apakah
berarti dalam mendeskripsikan data hasil penelitian tetap menggunakan 4 tahap
analisis yang sama atau nanti ada perbedaan tahapan analisis?
Jawab
Ya benar, dalam analisis
data ada 4 tahapan yaitu pengumpulan data, editing, coding, dan tabulasi data.
Pada dasarnya 4 tahapan ini merupakan hal pokok yang perlu dilakukan pada saat
analisis baik itu analisis penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Jadi
semisal kita ingin melakukan penelitian dengan jenis penelitian campuran maka 4
tahapan ini tidak dapat lepas dari proses analisis data dimana setiap
penelitian diperlukan sebuah analisis mungkin terkait tahapan biasanya
bergantung terhadap data yang didapat peneliti dilapangan.
(Tanggapan oleh Resi Bismantara dan dijawab oleh Davit Aditya Pramono sebagai presenter)
5. Terimakasih Davit atas
makalah yang telah disajikan. Saya izin bertanya, dalam makalah dituliskan
langkah – langkah pengolahan data namun belum dijelaskan bagaimana maksud dari
langkah tersebut. Apakah bisa dijelaskan mengenai editing, coding, dan tabulasi
data itu bagaimana ya? Mungkin kalau tabulasi kita mengelompokkan data yang
diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel? Apakah begitu, atau bagaimana
ya saya kurang mengerti
Jawab
Benar, tabulasi merupakan
proses mengelompokkan data keddalam tabel guna mempermudah dalam membaca data
yang didapat. Sedangkan editing adalah proses kedua dari proses penngolahan
data dimana editing disini tidak diartikan mengedit data yang didapat karena
hal itu sama saja penelitian yang dilakukan tidak benar – benar murni respon
dari responden. Jadi editing disini diartikan memilih data yang cocok yang akan
dimasukkan kedalam penelitian misalnya saja ada beberapa pertanyaan yang
menjadikan peneliti menddapatkan data tetapi pertanyaan tersebut tidak termasuk
kedalam instrumen penelitian nah hal ini lah yang dinamakan editing yaitu
memanipulasi data yang apakah layak dan tidak untuk dimasukkan kedalam sebuah laporan
penelitian. Sedangkan untuk coding yaitu data yang didapat dioleh dimana proses
ini dilakukan untuk mendapatkan data – dta yang diperlukan yang tidak apat
diperoleh dari responden secara langsung dimana perlu adanya rumus dan
perhitungan tertentu terkait data tersebut.
(Tanggapan oleh Eka Erwina dan dijawab oleh Davit Aditya Pramono sebagai presenter)
6. Terimakasih saudara Davit
atas materi yang telah diberikan pada unggahan makalah saudara. Sudah cukup
bagus, namun terdapat penulisan kata yang salah ketik namun masih bisa
diperbaiki. Saya izin bertanya kepada saudara Davit mengenai langkah – langkah
pengolahan data, ada 4 tahap yaitu proses pengumpulan data, edditing, coding,
dan tabulasi. Maksud dari editing disini bagaimana ya? Apakah data yang telah
dikumpulkan itu diedit artinya dirubah? Atau bagaimana? Dan tabulasi itu
seperti apa? Terima kasih
Jawab
Hampir sama dengan
pertanyaan dari saudara Eka dimana editing adalah proses kedua dari proses
penngolahan data dimana editing disini tidak diartikan mengedit data yang
didapat karena hal itu sama saja penelitian yang dilakukan tidak benar – benar
murni respon dari responden. Jadi editing disini diartikan memilih data yang
cocok yang akan dimasukkan kedalam penelitian misalnya saja ada beberapa pertanyaan
yang menjadikan peneliti menddapatkan data tetapi pertanyaan tersebut tidak
termasuk kedalam instrumen penelitian nah hal ini lah yang dinamakan editing
yaitu memanipulasi data yang apakah layak dan tidak untuk dimasukkan kedalam
sebuah laporan penelitian. Dan tabulasi adalah proses menggelompokkan data
kedalam sebuah tabel dimana hal tersebut ddilakukan untuk mempermudah dalam
pembacaan data yang yang sudah dianalisis.
No comments:
Post a Comment